Agar pemahaman terhadap pendidikan
seni rupa menyeluruh, sebaiknya dipelajari terlebih dahulu secara mendalam
tentang kajian seni dalam kaitannya dengan berbagai hal yang berhubungan dengan
masalah filosofis dan ilmiah. Oleh karena itu lingkup pembahasan seni rupa ini
meliputi pemahaman terhadap seni, keindahan, estetika dan perkembangannya.
A. Seni dan Keindahan
Secara umum orang mengemukakan pengertian seni sebagai produk manusia yang mengandung keindahan. Pendapat ini tentu saja tidak keliru, namun ada baiknya jika sebelum mengaitkan seni dengan keindahan, terlebih dahulu mengetahui tentang apakah keindahan itu.
Secara umum orang mengemukakan pengertian seni sebagai produk manusia yang mengandung keindahan. Pendapat ini tentu saja tidak keliru, namun ada baiknya jika sebelum mengaitkan seni dengan keindahan, terlebih dahulu mengetahui tentang apakah keindahan itu.
Keindahan menurut asal katanya;
beautiful (bahasa Inggris), beau (bahasa Perancis), sedangkan dalam bahasa
Italia dan Spanyol disebut bello yang berasal dari kata Latin bellum, akar
katanya adalah benum yang berarti kebaikan. Terdapat perbedaan antara keindahan
sebagai suatu kualita abstrak dan sebagai sebuah benda yang indah, sebagaimana
kita kenal dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah beauti (keindahan)
dan the beautiful (benda atau sesuatu yang indah).
Monroe Beardsley mengemukakan 3
(tiga) ciri yang membuat indah benda estetis (karya seni pada umumnya, yaitu :
1. Kesatuan (unity); benda estetis
tersusun secara baik atau sempurna bentuknya.
2. Kerumitan (complexity); karya seni kaya akan isi maupun unsur-unsur yang saling berlawanan atau mengandung perbedaan-perbedaan yang halus.
3. Kesungguhan (intensity); karya seni yang baik harus mengandung kualita tertentu yang menonjol, bukan sekedar sesuatu yang kosong.
2. Kerumitan (complexity); karya seni kaya akan isi maupun unsur-unsur yang saling berlawanan atau mengandung perbedaan-perbedaan yang halus.
3. Kesungguhan (intensity); karya seni yang baik harus mengandung kualita tertentu yang menonjol, bukan sekedar sesuatu yang kosong.
B. Seni dan Budaya
Budaya berasal dari kata Sansekerta
‘buddhayah’ bentuk jamak dari buddhi yang artinya ‘akal’. Artinya segala hal
yang bersangkutan dengan akal disebut kebudayaan. Kebudayaan adalah keseluruhan
gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar Koentjaraningrat).
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan
disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau
mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata
culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.
Menurut Edward Burnett Tylor,
kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung
pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan
kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan
Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta
masyarakat.
perwujudan kebudayaan adalah
benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa
perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku,
bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang
kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan
bermasyarakat.
Ada beberapa pendapat ahli yang
mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai
berikut:
1. Melville J. Herskovits
menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
• alat-alat teknologi
• sistem ekonomi
• keluarga
• kekuasaan politik
• alat-alat teknologi
• sistem ekonomi
• keluarga
• kekuasaan politik
2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada
4 unsur pokok yang meliputi:
• sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
• organisasi ekonomi
• alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
• organisasi kekuatan (politik)
• sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
• organisasi ekonomi
• alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
• organisasi kekuatan (politik)
3. Koentjaraningrat mengemukakan 7
unsur universal dalam kebudayaan, yaitu :
• Sistem religi dan upacara keagamaan
• Sistem dan organisasi kemasyarakatan
• Sistem pengetahuan
• Bahasa
• Kesenian
• Sistem mata pencaharian
• Sistem teknologi dan peralatan
• Sistem religi dan upacara keagamaan
• Sistem dan organisasi kemasyarakatan
• Sistem pengetahuan
• Bahasa
• Kesenian
• Sistem mata pencaharian
• Sistem teknologi dan peralatan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar